Tandanya kalo jodoh… I think !

Saya masih ingat nasehat dari seorang teman yang mengatakan, "Kalau dua insan
sudah berjodoh, pasti mereka berdua memiliki banyak kesamaan dan kecocokan
dalam banyak hal. Selain zodiak yang saling cocok, mereka berduab juga pasti memiliki
hobi, Kesenangan dan kebiasaan yang sama. Tak hanya itu, wajah keduanya-pun
pasti memiliki kemiripan!"

Dulu memang saya percaya, tapi sekarang? Saya tak lagi mempercayainya
100%! Sebab, banyak hal yang bisa dilihat bukan dari segi itu. Akhirnya saya bisa
mengambil kesimpulan sendiri, bahwa sebenarnya hakekat jodoh itu bukanlah
seperti yang dikatakan oleh teman saya.

Bagi saya, dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan
emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap matanya,
kita akan merasakan getaran dan seolah ingin terus bersamanya. Benarkah seperti
itu? Lalu, apakah ada penandalainnya agar seseorang bisa merasakan bahwa si dia
jodoh kita atau bukan?

Pertanda 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang
adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu
pekerjaan sepele atau besar.

Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan
secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun
tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal
tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon
pendamping hidup Anda!

Pertanda 2

Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau Bukan
adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan,
apakah gerakgeriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta
tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak
spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh
Anda.

Pertanda 3

Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila
Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta
perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya
dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

Pertanda 4

Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa
perasaan tertekan.Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat
Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa
saling terikat.

Pertanda 5

Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami
cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh
pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit………Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

Pertanda 6

Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa
lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa
lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malumemperlihatkannya
pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun,
misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8

Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan
sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia
apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah
Anda temukan!

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya??

5 Responses to “Tandanya kalo jodoh… I think !”

  1. Lussy Says:

    Waktu gw “muda” dulu, persepsi gw terhadap jodoh adalah wajah musti setipe, zodiak musti match, hobi musti sama, sehingga kalau ada cowok yang disukai, gw buru-buru cari tahu zodiak dia untuk sekedar tahu apakah dia cocok ama gw ato gak. Sekarang gw gak percaya lagi ama teori-teori seperti itu. Gw setuju dengan pendapat lo bahwa jodoh tidak harus memiliki kesamaan karakter, interest ataupun fisik. Justru dengan adanya perbedaan hal-hal tersebut, pasangan bisa saling mengisi. Awalnya bisa saja bilang nggak cocok, tapi ternyata akhirnya jadi jodoh kita. Misalnya, banyak perilaku norak teman pria/wanita kita yang membuat kita malas untuk berhubungan lebih lanjut dengannya, tapi begitu dia pergi, di lubuk hati kita sebenarnya hal itu yang membuat hidup kita lebih berwarna, karena dia, kita bisa tahu bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan dia bisa membuat kita tertawa karena kelakuan polosnya. Atau ketika kita sedang dalam kesusahan, harapannya teman pria/wanita kita dapat meminjamkan his/her shoulder to cry on, nyatanya hanya anjing peliharaan kita yang jadi teman curhat karena pasangan kita sedang meeting di luar kota. Tapi hal tersebut justru membuat kita jadi mandiri untuk bisa menyelesaikan masalah tanpa harus meminta bantuan orang lain. Makanya gak heran ada banyak pasangan yang dulunya teman berkelahi sekarang jadi teman hidup. Jika harus memiliki banyak kesamaan, yang tentunya kita dapat ketahui dari awal pertemuan, bagaimana dengan mereka yang dijodohkan ? (seperti orang-orang jaman dahulu), dimana ada diantara mereka yang tidak sempat mengenal calon pendampingnya terlebih dulu atau karena hukum agama mereka tidak membenarkan adanya penjajakan secara langsung…dan mereka hidup rukun sampai wafat tuh !.

    Pencarian jodoh memang awalnya selalu memakai hati. Meskipun begitu, logika musti tetep jalan dong. Misalnya, gak papa dia sekarang bukan orang tajir, tapi dia musti punya potensi jadi orang tajir (punya modal otak, misalnya). Jadi, kita tinggal mentraining dia aja supaya jadi orang yang ‘berkualitas’ :). Cari jodoh pun butuh waktu. Rome wasn’t built in a day, right. Jangan sampai kita dapat pasangan yang easy come easy go. Gw sendiri gak percaya ama love at first sight atau chit-chat 2-3 bulan terus gw langsung mantap bilang dia adalah jodoh kita. Yang pasti hal seperti itu adalah emosi sesaat saja. Gw gak berpikir secara idealis tentang jodoh atau tipe suami. Simple in me, yang penting dia konek kalo ngomong ama gw, mau menerima gw dan keluarga gw apa adanya (pastinya gw melakukan hal yang sama pada dia), mampu menghidupi dan bertanggung jawab terhadap gw dan keluarga yang kita bangun serta hati gw akan lebih sering bilang dengan tulus he is my soulmate ketimbang he is my foulmate.

    Nah, untuk lo Bov, setelah lo mendapatkan jodoh yang tepat, jangan lupa terus berdoa semoga Tuhan memberikan jodoh yang panjang hingga maut memisahkan.

    Selamat mencari soulmate lo, Bov !!

  2. Bov Says:

    Lussy, thanks for your comment. Its very touchy feedback. gw setuju kok sama lo, dan gw mau kasih ralat, pandangan gw tentang proses seseorang jatuh cinta adalah:
    1) cowok jatuh cinta dari mata turun ke hati,
    2) cewek jatuh cinta dari telinga turun ke hati,

    itu artinya secara ngga langsung yg namanya hidup perpasangan harus saling membantu untuk terus menjaga penampilan (sehat, menarik dan bersemangat, contohnya: harus rajin olah raga, jauhkan diri dari rokok, minum2an keras..karena gimana bisa membina keluarga, kalo sakit2an) dan mereka juga harus saling
    berkomunikasi antar sesamanya, karena jika mereka tua nanti, ketika udah peot2, ngga sehat lagi, yg tersisa ditengah mereka berdua adalah komunikasi.

  3. Indi Says:

    gila!!!! setelah gue baca dari awal sampe akhir, gue jadi dapat masukkan tentang dunia percintaan yang sangat membingungkan ini..:(

  4. Lussy Says:

    Dank U Begrijpelijkerwijs

    Bikin blog yang lebih dasyaaattt lagi ya, pak !

    Adieu

  5. trz Says:

    Nice Site layout for your blog. I am looking forward to reading more from you.

Leave a Reply