Sulitnya menimba ilmu

Hari ini gw lagi iseng jalan ke Gramedia. Tiba2 gw ngeliat
ada buku gy kayaknya lucu, sekaligus kontroversial judulnya "Pengumuman
Tidak ada Sekolah Murah" karangan Eko Prasetyo dan Terra Bajraghosa. Pada
awalnya mereka ingin menterjemahkan buku populer dengan judul "Shcool is
Hell" namun ditengah jalan, mereka memutuskan untuk merombak total dan
membuat sesuatu yang baru, yang disesuaikan dengan actual events yg terjadi di
Indonesia. Buku ini ditampilkan dalam format komik, tetapi harus dengan bimbingan
ortu. Makanya ada tulisan "parental advisory" pada covernya.

Menurut gw pribadi buku ini sangat bagus. Meskipun gambarnya ngga bagus, tapi
pesan yg ingin mereka sampaikan itu ngena banget, karena gw juga dulunya
mengalami hal yang sama sebagai siswa hingga mahasiswa. Ini beberapa kutipan yg
agak2 "ngena" di hati gw:

 Yang penting menyanyi!Resist_book_1

Di sekolah pelajaran
yang agak sedikit menghibur adalah mennyanyi. Dari kecil kita dikenalkan dengan
lagu-lagu perjuangan yang dibunyikan dengan suara serempak. Tiap ada up
acara,
nyanyi menjadi kegiatan wajib yang harus diikuti oleh semua siswa. Namanya
pendidikan kurang afdol jika tidak membuat seseorang bias menyanyi. Nyanyi
mirip dengan pelajaran do’a dimana setiap peserta didik harus hafal tanpa perlu
mengerti maksud dan tuju
annya. Lagi2 tidak ada pelajaran menciptakan syair lagu
karena yang harus kita lakukan adalah “menirukan” bukan menciptakan sesuatu
yang baru berdasarkan kreatifitas kita masing.

Anakku harus mampu
melakukan apa saja!

Orang tua bukan hanya
suka pamer barang tapi juga pamer anak. Apa yg dibicarakan orang tua di arisan
atau waktu kumpul2 kecuali kecerdasan anak2nya. Anak bukan saja menjadi tawanan
ambisi orang tua tetapi menjadi pelayan bagi keinginan orang tua yang tak
sempat mereka dapatkan di masa lalu. Orang tua punya anak seperti orang zaman
dulu punya binatang piaraan, diberi makan untuk kemudian dipamerkan
kecerdasannya.

4 Responses to “Sulitnya menimba ilmu”

  1. Dody Says:

    Buku ini sangat konsisten.

    Mengkritik sekolah yang mengajarkan anak muridnya utk “menirukan” bukan menciptakan sesuatu yang baru, dan bukunya sendiri meniru buku School of Hell.

  2. Lussy Says:

    Ni buku kena bangett !. Coba baca terbitan lain dari Resist Book,penerbit asal Jogja ini.

  3. Steven Says:

    … Makanya sekarang terkenal di budaya kita: membajak itu tidak apa-apa, ya ?

  4. robotgoblok Says:

    hello…menurut saya buku ini bagus karena saya yang gambar!!hehehehe
    tengkyu buat kritik n macem-macemnya bos…
    btw, buku ini cuma terinspirasi oleh school is hell dan buku terjemahan school is hell sedang disiapkan. jadi kalo emang niru, ngapain mas eko bilangin itu di kata pengantar. kan jadi malu…
    dan lagi, school is hell itu adalah diary, curhat pribadi si matt groening komikusnya. sedangkan tak ada sekolah murah adalah berisi kasus-kasus yang ada di indonesia. begitulah teman-teman..kiranya menjadikan maklum.
    yah…inilah pembelaan dariku hehehe…semoga tetep kritis di antara waktu sibuk kalian…
    boleh nanya gak? mmm buku ini lucu nggak??

Leave a Reply