Archive for June, 2006

Barang Bajakan sebagai Kebutuhan Primer

Tuesday, June 13th, 2006

Bagi kita yang hidup di Indonesia, pirated products atau barang2 bajakan sudah menjadi kebutuhan primer dalam gaya hidup kita sehari. Barang2 bajakan tersebut (seolah2) bisa membuat hidup kita lebih mudah dengan ditekannya pengeluaran sehari.

Mulai dari bangun pagi hingga, on the way ke kantor di mobil kita mendengarkan MP3 dari iPOd yang di transfer dari CD MP3 bajakan, kemudian kalo kita lagi bosan, kita beralih putar radio untuk dengar lagu2 yang lebih variatif, stasiun radio tersebut putar lagunya dari CD MP3 bajakan juga. Atau bagi yang punya DVD player di mobil, sambil macet2an kita bisa nonton film2 box office amerika dengan DVD 9 (bajakan juga). Setiba di kantor, taruh tas di meja, ke pantry bikin kopi dan baca koran kompas sambil nyalain komputer dan sudah pasti operating systemnya Windows XP bajakan. Sambil bekerja, kita download lagu2 atau movie trailer2 kesukaan kita dengan LimeWire Pro, which is pirated act also. Habis bekerja seharian pakai software2 bajakan yg up to date, seperti Photoshop CS 2, AutoCAD 2007, Autodesk Revit 9 atau Microsoft Office 2006, kita kembali pulang ke rumah. Untuk melepas letih di kantor, kita menghilangkan stress dengan bermain videogames XBOX atau PS2 yang sudah tentu diambil dari koleksi games bajakan atau mungkin nonton film seri yang addictive seperti Desperate Housewives, 24 atau LOST yang sudah tentu dari DVD bajakan juga. Keesokan harinya, di ulang lagi seperti itu, dan terus menerus.

Kalo emang barang bajakan itu ilegal dan hukum benar2 ditegakkan, gw rasa harus ada 1 pulau sendiri untuk dibikin penjara bagi penggunanya. Ada ngga yah, yang sehari2nya di Indonesia,khususnya Jakarta yang hidupnya benar2 sterile, tanpa adanya peran produk bajakan?

Reality Distraction

Saturday, June 3rd, 2006

Sore kemarin selagi duduk di Starbux gw, melihat tupukan free magazines. Setelah membaca beberapa majalah2 tersebut gw menemukan ilmu/ sudut pandang baru mengenai media.

Media merupakan alat yang digunakan dalam menyampaikan informasi kepada orang banyak. Media massa terdiri dari beragam jenis, mulai dari cetak, tulis, audio visual, elektronik dan lain2. Semakin berkembang peradaban suatu bangsa, semakin mudah pula media berkembang. Akhir2 media cetak sudah mulai beralih ke Free Mags. Artinya semua orang bisa memperoleh media cetak tersebut di beberapa tempat tertentu.

Media memang symbol perkembangan gaya hidup masyarakat. Namun media juga sering digunakan sebagai senjata ampuh untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari hal2 yang bersifat sensitive ke hal2 yang lebih bersifat entertaining atau ringan. Pemerintahan di negara2 maju seperti Amerika Serikat sudah menerapkan hal ini berpuluh2 tahun yang lalu. Dengan memajukan industry perfilman dan musik di Negeri Paman Sam tersebut, diharapkan konsentrasi rakyat teralihkan, dari hal2 yang bersifat sensitive seperti skandal Watergate, Monica Lewinsky, perang Vietnam, perang Teluk, Area 51 hingga yang Weapon of Mass Destruction (Hidden Agenda-nya Bush dalam Serangan terhadap Irak pada tahun 2003 lalu).

Hal ini dapat dilihat dengan sangat sangat mudah. Coba saja, setiap kali kalian membuka MSN atau Yahoo, hal paling heboh di tuliskan adalah “Angelina Jolie dan Brad Pitt sudah memiliki Anak”, “Taylor Hicks memenangkan Indonesian Idol” atau “ DaVinci Code Hits number one in Box Office this weekend”. Berita2 tersebut memang lebih menarik ketimbang “Weapon of Mass Destruction is not even EXIST in Iraq”, “John Perkins writes a book about being an Economic Hitman in Indonesia” atau “The Number of Drop Outs in America is increasing”. Tidak menarik karena, memang sengaja dibuat demikian untuk mengalihkan perhatian masyarakat. Secara sadar-tidak sadar masyarakat diseluruh dunia sebenarnya sedang dibodohi oleh bangsanya sendiri.

Hal ini bisa dibuktikan dalam salah satu adegan di film documenter tentang Mac Donalds berjudul Supersize Me. Di film tersebut diperlihatkan, kalo anak2 elementary school lebih mengenal Ronald Mac Donald (Badut mascot Mac D) ketimbang George Bush atau Jesus Christ selaku Tuhan mereka sendiri. Hal ini membuktikan bahwa media marketing yang dapat mampu mengalihkan perhatian manusia, bahkan dari Tuhannya sendiri.

Nah, sekarang kita kembali koreksi ke diri kita masing2. Benar ngga, kalo berita tentang:
1. Mayang Sari Vs. Halimah lebih menarik di ikuti ketimbang sidang mantan Presiden Soeharto?
2. Luna Maya sebagai bintang Lux baru lebih menarik ketimbang Operasi Face Off
3. Ribuan anak muda membanjiri Konser Tiesto ketimbang Ribuan anak muda putus sekolah karena tidak mampu.

Setelah baca media2 tersebut, off course!…lanjut ke NGEGOSSIP bareng teman2 korban MEDIA lainnya di mall2 sekeliling ibukota. Membicarakan hal2 yang sebenarnya hanya merupakan DISTRACTION dari hal2 yang lebih penting.

Jujur saja, kalian dan Gw sendiri sebenarnya secara sadar-maupun tidak sadar sudah menjadi korban media. Media memang senjata paling ampuh untuk mengalihkan perhatian ribuan orang sekaligus, sementara realita yang kejam seakan2 hilang di telan bumi. Contoh paling poweful adalah G 30 S PKI dan Supersemar. Kita tidak pernah tahu, apa yang yg sebenarnya terjadi dalam Gerakan 30 September 1965 dan apa yang sebenar2nya isi dari Supersemar yang Original.

Coba deh, setiap kali kalian pergi ke ngopi2 sama teman2, coba lihat apa saja info yang ditampilkan di free magazines. Isinya jarang ada yang benar2 berbobot. Kebanyakan info2 party…party…party…DJ ini…DJ itu…foto2 anak2 dugem yang entah mereka itu siapa, prestasi mereka apa, dan masih banyak lagi.

Motivations

Friday, June 2nd, 2006

Motivasi adalah kunci dari segala aksi.  Motivasi itu datang jika kita hidup berpacu menuju target yang telah kita tentukan dengan berlandaskan keinginan untuk berubah, kejujuran sepenuh hati dan keyakinan untuk berhasil dalam aksinya.

Dalam hidup kita selalu melakukan aksi dan menentukan pilihan, namun tidak semuanya dilandasi oleh motivasi. Agar motivasi tidak menurun atau bahkan hilang, kita harus fokus terhadap target yang telah kita tentukan.

Contoh: Dalam olah raga memanah hal ini terlihat jelas. Target tampak jelas wujud, arah dan jaraknya. Anak panah diarahkan menuju target tersebut dengan pertimbangan dan keseimbangan antara tangan kanan dan kiri. Tangan kiri memegang busur supaya stabil tertuju pada target dan tangan kanan mengatur seberapa jauh tarikan anak panah kebelakang. Kedua tangan tersebut dikoordinasikan dengan pandangan mata, posisi kaki dan tarikan nafas.

Jika semua sudah diatur dan diset secara akurat dan sudah yakin segala posisi ok, barulah tangan kanan melepaskan tarikan panahnya.

Mungkin kita bingung, dimanakah letak motivasi? Motivasi adalah kumpulan dari semua koordinasi tubuh tersebut. Dorongan untuk yakin melepaskan anak panah untuk mencapai sasaran. Karena jika kita tidak mencapai target, maka motivasi jugalah yang menentukan apakah kita akan mengambil anak panah berikutnya atau tidak.