Passion is our fuel
Thursday, September 21st, 2006According to Wikipedia: Passion is the emotion of feeling very strongly about a subject.
Passion itu sendiri bermakna sangat luas. Bisa Passion terhadap seseorang, suatu object tertentu, goal/target yang harus dipacai dan lain2. Passion (niat, hasrat) itu ibaratnya bahan bakar kita dalam menjalankan segala plan dalam hidup kita. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Without Passion, there is no life, no goal, no happiness and only leads to the feelings of being abandoned and emptiness.
Contoh paling mudah adalah shalat 5 waktu. Mungkin banyak orang yg tidak pernah ketinggalan shalat 5 waktu, tetapi yg jadi pertanyaan adalah "Is he/she doing it with passion ?"
Bisa aja yang melatar belakangi dia melakukan itu adalah motivasi yang negatif seperti, takut dimarahi/tegor oleh orang tua, rasa takut pada api neraka, ingin menjadi role model di keluarga/lingkungannya, rasa tidak enak sama Tuhan YME karena sudah memberikan nikmat yg melimpah, bukan karena kecintaanya terhadap Tuhan YME.
Perhatikan deh orang2 yang ada di sekeliling kita, apakah mereka semua melakukan segala aktifitas dengan (kalo kata Howard Schultz-nya Starbux) "Pour their heart into it" ? I don’t think so. Banyak dari mereka yang dilatar belakangi oleh motivasi yang salah, diantaranya adalah:
1. Cari aman (comfort zone, low risk, lack of leadership and self-confidence)
2. Mengikuti apa kata orang/ order yang sudah ada (disuruh orang tua, istri, teman, atau boss)
3. Kurang berani, nekat dalam bertindak.
Mungkin ada, beberapa kita kenal dan tahu benar siapa aja yang doing their thing with passion, yaitu mereka yang bekerja/berkarir/berkomitmen secara professional dibidangnya. Contoh paling mudah adalah dalam bidang olah raga. Sebastian Loeb (Rally, Citroen), Michael Schumacher (F1, Ferrari), Roger Federer dan Maria Sharapova (Tennis), Valentino Rossi (Motor, Yamaha), Yao Ming (Basket, Houston Rockets), Tiger Woods (Golf), Mohammad Ali dan Chris John (Tinju).
Mereka adalah orang2 yang fully committed dengan karir yang mereka pilih. Sampe mereka tua, ubanan pun mereka tidak mungkin jadi orang kantoran yang pake dasi masuk kantor jam 9 pulang jam 5 sore. Mereka pilih bidang itu karena mereka punya niat, fokus dan komit pada bidang yang mereka pilih. Tidak mudah menyerah, bodo amat apa kata orang dan berpaling, terus bekerja keras dan pantang mundur. Padahal kepala mereka semua sama2 hanya 1, tangan ada 2, kaki ada 2. They are just people like us. Tapi apa yang bisa bikin mereka se "gila" itu? jawabanya adalah passion.
Beberapa orang yang sukses skrng ini, datang dari keluarga yang kurang mampu dan memulai usahanya dengan modal yang sangat minim. Lihat aja, JK. Rowling. Kekayaan yang dia peroleh dari menulis buku sudah mampu melampaui kekayaan Ratu Inggris. Semua itu dia awali dengan mengetik cerita anak kecil yang diketik dengan menggunakan mesin tik kuno, dan tidak dibutuhkan gelar S1 atau doctor untuk memulainya. Modal utamanya hanya passion, sedikit nekat, fokus, hard-work dan kreativitas.
Bahkan senegatif apapun passion itu, tetap saja akan menjadi kita great person. Oleh karena itu, saya sendiri tidak pernah meremehkan orang2 yang memilki passion (baik itu yang kearah positif atau negatif). I see them as powerful people. Karena apapun, bahkan senegatif apapun yang kita lakukan, asalkan dijalani dengan passion, pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. Bukti nyata adalah Jenna Jameson (Pornstar, Writer), Hugh Hefner (CEO of Playboy), Al-Capone (Mafia) atau Genghis Khan, Hitler dan Fir’Aun (Penjahat Perang yang hampir menguasai dunia).
Kesimpulanya, saya lebih memilih untuk berteman dengan tukang sapu, tapi dia punya passion dibidang sapu-menyapu sehingga dia bisa cerita sehari-semalam tentang variasi jenis sapu, sejarah sapu, material bahan dalam membuat sapu, pengalaman kariernya dan suka dukanya. Ketimbang berteman dengan seorang pengusaha yang tidak punya passion, jadi tidak bisa menceritakan secara jelas produk/jasa apa yang dia tawarkan, apa bedanya produk dia dengan yang sudah ada di pasaran, bagaimana marketing strategynya dan lain2.
so, whats your passion?


