Archive for December, 2006

Home…

Sunday, December 10th, 2006

Url_1 Seperti ini, kira2 tempat yang kita sebut sebagai HOME. Gaya gravitasi akan selalu senantiasa menarik kita terus ketengah2 COREnya, supaya kita tidak LOOSE, terlepas dalam ruang angkasa yang gelap dan menakutkan (Fear of the Unknown). Disini kita sama2 belajar, bersosialisasi dengan sesamanya, belajar menghargai sesamanya dan belajar hidup dengan sesamanya. The most important is, we learn to SHARE.

Sayang sekali, kita sering lupa kalo Tempat ini juga memang SENGAJA dirancang TANPA
SUDUT, yang seharusnya tidak ada kata2 terpojok, terasingkan, dan
terkucilkan. Yang artinya, dalam keadaan SESULIT apapun, tidak akan
pernah ada kata MENTOK! Our home never stop SPINNING which means it SHOULD takes you moving FORWARD, not the other way around. But there is ONE thing that we also should remember, that our HOME is DYING, it means…Time is the Luxury we don’t HAVE. Never have any regrets and keep fighting.

Tapi dalam kehidupan sehari kita melihat sudut2 yang dibuat oleh kita sendiri. Mulai dari secara fisik, berupa sudut bangunan dan ruang, hingga secara psikologis, menyudutkan orang2 yang kita anggap tidak sesuai dengan norma suatu lingkungan. Sudut tersebut menarik garis tegas antara baik dan buruk, bagus dan jelek, jahat dan baik dan lain2nya, sementara kita lupa, kita berdiri diatas tanah yang sama. Tempat yang seharusnya kita berbagi ruang dalam kehidupan, tempat yang seharusnya kita lindungi bersama dan tempat dimana kita merasakan cinta dan kasih sayang antar sesama manusia dan makhluk cintaanNya.

Di tempat tinggal yang sama, kita juga sibuk membatasi teritorial ruang gerak kita dan bahkan orang lain, dalam menemukan makna hidup mereka dan kebenaran. terkadang hal tersebut dikarenakan faktor gengsi, ngga enak sama orangnya, ngga sesuai dengan norma, agama dan hukum. Just for NOW, lets just forget all that and start to see ourselves as just ONE of the HUMAN living in a PLANET. Terkadang banyak hal yang malah menjadikan diri kita LESS HUMAN, while we actually living  in the SAME planet. We fight and ready to DIE for what we believe in, while the world keep SPINNING and DYING. Kita berani mempertahankan apa yang kita pikir benar dan menghancurkan segalanya yang kita pikir salah. Sementara sudah jelas, seharusnya tidak demikian. Tempat tinggal tersebut di ciptakan agar kita LIVING in HARMONY.

Cuma sedikit curhat aja, Why the world never stop spinning, while we stop caring?

Profile and Profit

Friday, December 8th, 2006

Dari sudut pandang seorang pengusaha seperti saya ini. Saya membagi 4 golongan kualiatas Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu:

Low Profile, Low Profit.
Mereka ini adalah orang - orang berhati mulia, benar-benar tidak peduli dengan material things. Urusan rakyat/orang banyak jauh lebih penting dibanding diri mereka sendiri. They are doing whats RIGHT for MANKIND, not for themselves. Mereka Low Profit, karena mereka TIDAK memikirkan keuntungan atas tindakan mereka.  Mereka berani mengatakan TIDAK pada sesuatu yang salah, dan mendukung segalanya yang mereka anggap BENAR. Mereka adalah orang-orang kita acungi jempol, karena KITA saja tidak mungkin mampu punya HATI sebesar mereka. Contoh paling tepat untuk menggambarkan golongan ini adalah para dosen/guru kita Aung San Suu Kyi, Gandhi dan Muhammad Yunus, Nelson Mandela.

High Profile, High Profit.
They are Knights in Shining Armor, who knows what they want, what they’re doing, what they are fighting for and NOBODY can hold em down.  Mereka ini pekerja keras yang ngga pernah lelah, mereka disiplin dan tahan banting, mereka adalah ksatria sejati dibidangnya. Mereka FOKUS pada apa yang pilih. Sekalinya JAHAT, jahat banget. Sekali Berbakat, mereka buktikan dengan PENGHARGAAN2 yang mereka dapat. Dedikasi, ketekunan, ketangguhan dan POWER mereka patut dicontoh. Kebanyakan dari mereka berasal dari dunia Entertainment. Mereka itu adalah Al-Capone, Hitler, Fir’aun, George Clooney, Donald Trump, P.Diddy, Madonna, Oprah, Agnes Monica, Utada Hikaru, Christina Aguilera, Richard Branson, Hugh Hefner dan Ir. Soekarno.

Low Profile, High Profit.
Diantara semua golongan, mereka ini yang paling PATUT di contoh oleh umat manusia. Figur ini (jika mereka Muslim) yang paling mendekati sosok Nabi Muhammad SAW. Mereka punya Superior IQ dan EQ, bisa memperhitungkan masa depan (bukan meramal), sehingga mampu membuat tindakan preventif. Mereka berani jadi dirinya sendiri, mereka tidak di DIKTE oleh merek baju, gossip, kata orang lain dan hal-hal duniawi lainya. Baik dalam keadaan susah maupun senang, mereka apa adanya. Tidak belagu, sama yang lebih miskin, Tidak sok tau terhadap yang lebih kaya. Mereka ini figur seorang LEADER yang sempurna, karena mampu menafkahi bawahannya. Menurut saya yang termasuk golongan ini adalah: AA Gym, Bob Sadino, Bill Gates dan Steve Jobs.

High Profile, Low Profit.
Nah, ini dia mayoritas MANUSIA JAMAN SEKARANG! Sayangnya, kebanyakan dari mereka juga adalah Umat Nabi Muhammad SAW. Kalian pasti (saya berani jamin) kenal, atau paling tidak punya teman/saudara/orang tua yang ada dalam kategori ini. Penghasilan PAS2an tapi GAYA dan Omongannya selangit!

Mereka berani KORUPSI demi Image, Mereka berani mengorbankan Mayoritas demi keuntungan invidual, Berani NGUTANG demi Jaga Wibawa/Image. Berani jadi orang lain, agar bisa diterima lingkungan, dengan alasan TANGGUNG JAWAB. Berani PRETENDING meski mereka bukan Aktor profesional. Berani BOHONG sama diri sendiri, demi STATUS dalam masyarakat. Mereka yang TAU mana yang benar dan salah, tapi TETAP memilih yang salah. Mereka yang BEBAL, keras kepala dan Munafik. Berani meludah, kemudian, menjilat dan menelannya kembali. Mereka yang mengukur prestasi seseorang dari HARTA, JABATAN dan hal-hal duniawi lainya.

Contohnya: Waah, banyak sekali. Lihat saja, anak-anak muda yang bawa mobil mewah (yang udah jelas2 dari ortunya), gaya hidupnya lebih banyak SPEND ketimbang GAIN. Terus rajin dugem, mabok2an bahkan ngedrugs or free sex..BANGGA lagi. Terus curhat dengan sesamanya seolah2 orang tua mrk tidak perhatian (padahal kuliah, uang jajan, uang bensin, makan dan hangout yang modalin ortu). Mereka juga GENGSI untuk menunjukan kepedulian terhadap orang lain. Maaf kalo ada yang tersinggung, tapi jujur aja, SEDIH aja saya ngeliatnya. Buang2 duit ortu (padahal mrk udah kerja keras banting tulang), sementara dibelahan dunia lain, anak seumuran dia mau sekolah aja susah.

Jujur aja, saya sendiri pernah dan masih dikelilingi kategori ini. Saya harap saya mampu bertahan menghadapi Golongan ini. "Tujukilah kami ke Jalan yang Lurus". Karena Golongan ini akan senantiasa membelok2an JALAN yang lurus tersebut. Karena, siapa pun yang teman kita yang ada atau dikelilingi dalam golongan ini, saya berani jamin. Impian mereka tidak akan pernah menjadi kenyataan. Ibarat Burung Elang yang ingin terbang bebas, tapi ada barbel terikat dikakinya.